Syukur Atas Nikmat Islam

Saudaraku muslim dan muslimmah, Marilah kita bersyukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat-nikmatNya sangat banyak yang telah diberikan kepada kita semua; nikmat zhahirah (tampak) dan nikmat bathinah (tidak tampak). Di antara nikmat yang terbesar dari Allah Ta’ala adalah nikmat memeluk agama Islam. Agama yang diturunkan sebagai rahmatan lill’alamin, agama yang menyempurnakan agama-agama terdahulu, sebagai agama penutup akhir zaman yang dibawa oleh nabi yang terakhir sayyidul anbiya’ wal mursalin.

Allah Ta’ala berfirman:

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا

Artinya: “Pada hari ini Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku sempurnakan nikmatKu atas kalian dan Aku ridha agama Islam menjadi agama kalian”. Q.S. Al-Maidah:3.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

Di dalam syareat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terdapat kelembutan, pemaafan, pengampunan dan akhlak yang baik melebihi apa yang ada di dalam kitab Injil, dan di dalamnya ada sikap tegas, jihad, penegakan had-had atas orang-orang kafir dan munafiq melebihi apa yang terdapat di kitab Taurat. Ini adalah puncak dari kesempurnaan. Oleh karena itu sebagian mereka berkata: nabi Musa alaihissalam diutus dengan kemuliaan, nabi ‘Isa alaihisalam diutus dengan keindahan dan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diutus dengan kesempurnaa. (Al-Jawabu Ash-Shahih Liman Baddala Dina Al-Masih, juz 5 hlm. 86).

Agama Islam telah mengatur seluruh kebutuhan manusia. Mulai dari perkara besar yaitu tauhid dan peringatan dari syirik sampai perkara urusan buang hajat. Semua sudah diatur di dalam Islam. Islam mengatur hubungan hamba kepada Rabbnya dan mengatur hubungan antar manusia, untuk mewujudkan kemashlahatan bagi manusia. Dengan mengamalkan syareat Islam berarti mewujudkan kemashlahatan bagi manusia itu sendiri.

Imam Al-Syathibi rahimahullah di dalam kitab Al-Muwafaqat berkata, “Penerapan hukum Islam bertujuan untuk kemashlahatan hamba”. (Al-Muwāfaqat, juz 2 hlm. 86).

Dengan kata lain, tujuan hukum Islam adalah kemaslahatan hidup manusia, baik rohani maupun jasmani, individual dan sosial. Kemaslahatan itu tidak hanya untuk kehidupan dunia ini saja tetapi juga untuk kehidupan yang kekal di akhirat kelak.

Tujuan hukum Islam dapat dilihat dari dua segi, yakni:

(1) segi Pembuat Hukum Islam, Yaitu Allah dan RasulNya, yang meliputi: pertama, untuk memenuhi keperluan hidup manusia yang bersifat primer, skunder dan tersier, kedua ,untuk ditaati dan dilaksanakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. dan

(2) Segi Manusia yang menjadi pelaku dan pelaksana hukum Islam itu, yang meliputi mendapatkan penjagaan atas lima kebutuhan manusia. (Mustofa dan Abdul Wahid, Hukum Islam Kontemporer, hlm. 6-7).

Oleh karena itu sebagai seorang muslim dan muslimah sudah seharusnya berusaha menegakkan syareat Islam. Baik secara individu maupun bermasyarakat. Dan mendakwahkan kepada masyarakat sesuai kemampuan secara bertahap, dengan memprioritaskan dakwah tauhid dan peringatan dari kesyirikan. Karena kewajiban berdakwah itu bukanlah hanya di pundak ulama atau para ustadz, namun setiap seseorang yg memiliki ilmu berusaha berdakwah sesuai kemampuan masing-masing. Wallahu a’lam.

***

Ditulis oleh:
Ustadz Agus Santoso, S.Pd.I, Lc. M.P.I

(Dewan Pembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

1 thought on “Syukur Atas Nikmat Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *