Hukum Berkumur-kumur Ketika Berpuasa

Hukum Berkumur-kumur Ketika Berpuasa

Pertanyaan:

Apakah hukum berkumur-kumur pada waktu berwudhu ketika berpuasa?

 

Jawab:

Ketika berpuasa, wajib hukumnya berkumur-kumur (madhmadhah) dan memasukkan air ke hidung (istinsyaq) dan mengeluarkannya, karena berkumur-kumur dan istinsyaq ini bagian dari wajah yang harus dibasuh dan dicuci ketika berwudhu, maka ini disyariatkan secara ijma’ sebagaimana dinukil oleh Ibnu Taimiyyah rahimahullah di (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266).

Akan tetapi, ketika menghirup air ke hidung jangan berlebihan (terlalu dalam), karena dikawatirkan air masuk ke dalam saluran hidung.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.” HR. Abu Daud no. 142, Tirmidzi no. 788, An-Nasa’i no. 114, Ibnu Majah no. 448. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Setelah memasukkan air ke hidung, segera dikeluarkan, dan juge setelah berkumur-kumur, hendaknya memuntahkan air yang ada di mulut dan membersihkannya (meludahkannya).

Jadi, merupakan kesalahan sebagian kaum muslimin yang tidak berkumur-kumur dan istinsyaq ketika berpuasa, karena kawatir batal puasanya.

Padahal yang benar, orang yang berpuasa tetap disyariatkan berkumur-kumur dan istinsyaq ketika berpuasa, dan puasanya tidak batal. Wallahu a’lam.

Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad.

*****

Dijawab oleh:

Al-Ustadz Agus Santoso,Lc., M.P.I. Hafizhahullah

(Dewan Pembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *