Balasan Bagi Orang Yang Bertaqwa

Orang yang bertaqwa adalah orang yang taat kepada Allah Ta’ala dan RasulNya, Allah Ta’ala akan memberikan balasan syurga bagi orang yang bertaqwa.
Allah Ta’ala Berfirman,
۞( مَّثَلُ ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۖ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ أُكُلُهَا دَآئِمٌ وَظِلُّهَا ۚ تِلْكَ عُقْبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ ۖ وَّعُقْبَى ٱلْكَٰفِرِينَ ٱلنَّارُ ﴿٣٥
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula)._ _Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” (Q.S. Ar-Ra’du,13:35)
TAFSIR AYAT
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,
{مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ}
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa”. (Ar-Ra’d: 35).
Yakni gambaran dan ciri khasnya.
{تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ}
“ialah (seperti taman); yang mengalir sungai-sungai di dalamnya,” (Ar-Ra’d: 35).
● Yaitu sungai-sungai yang mengalir di sekitar daerah dan sisi-sisinya, menuruti apa yang dikehendaki oleh penduduknya.
● Sungai-sungai itu mengalirkan air surgawi yang berlimpah, dan penduduk surga dapat mengalirkannya ke arah mana yang mereka kehendaki.
Firman Allah Ta’ala:
{أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا}
“buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula)”. (Ar-Ra’d: 35).
● Maksudnya, di dalamnya terdapat buah-buahan, makanan-makanan, dan minuman-minuman yang tiada henti-hentinya dan tidak pernah habis. Imam Muslim meriwayatkan melalui hadis Abuz Zubair, dari Jabir yang berkedudukan sebagai syahid (bukti) bagi sebagiannya.
عَنْ عُتْبَةَ بْنِ عَبْدٍ السُّلَمِيِّ: أَنَّ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْجَنَّةِ، فَقَالَ: فِيهَا عِنَبٌ؟ قَالَ: “نَعَمْ”. قَالَ: فَمَا عِظَم الْعُنْقُودِ؟ قَالَ: “مَسِيرَةُ شَهْرٍ لِلْغُرَابِ الْأَبْقَعِ وَلَا يَفْتُرُ”
Dari Utbah ibnu Abdus Salma, disebutkan bahwa ada seorang Badui bertanya kepada Rasulullah. tentang surga. Ia bertanya, “Apakah di dalam surga ada buah anggur?”, Nabi Rasulullah . menjawab, “Ya.“,  Lelaki Badui bertanya, “Sebesar apakah tangkai buah anggurnya?”, Rasulullah menjawab, “Besarnya sama dengan perjalanan satu bulan bagi burung gagak yang hitam legam (bila terbang) tanpa berhenti.” Hadis ini merupakan riwayat Imam Ahmad.
قَالَ الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ، حَدَّثَنَا رَيْحَانُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ مَنْصُورٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلابة، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ، عَنْ ثَوْبان قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا نَزَعَ ثَمَرَةً مِنَ الْجَنَّةِ عَادَتْ مَكَانَهَا أُخْرَى”.
Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mu’az ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Madini, telah menceritakan kepada kami Raihan ibnu Sa’id, dari Abbad ibnu Mansur, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Abu Asma, dari Sauban yang mengatakan bahwa Rasulullah. pernah bersabda:
 “Sesungguhnya seseorang apabila memetik sebiji buah dari surga, maka tumbuh lagi buah lain yang menggantikan kedudukannya”.
Dari Jabir ibnu Abdullah, disebutkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:
“يَأْكُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ وَيَشْرَبُونَ، وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ وَلَا يَبُولُونَ، طَعَامُهُمْ جُشَاء كَرِيحِ الْمِسْكِ، وَيُلْهَمُونَ التَّسْبِيحَ وَالتَّقْدِيسَ كَمَا يُلْهَمُونَ النَّفَسَ”.
“Penduduk surga makan dan minum tanpa mengeluarkan ingus, tanpa buang air besar dan tanpa buang air kecil, makanan mereka (dikeluarkan melalui) bersendawa yang baunya wangi seperti minyak kesturi, dan mereka diilhami untuk bertasbih dan bertaqdis (menyucikan Allah) sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas”. Hadis ini adalah riwayat Imam Muslim.
 ▶ Allah Ta’ala sering kali menyebutkan *gambaran surga dan neraka secara beriringan, agar surga diingini dan neraka dihindari.*
● Karena itulah setelah Allah menyebut gambaran tentang surga dalam ayat ini, maka Dia mengiringinya dengan firman-Nya:
{تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ}
“Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedangkan tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka”. (Ar-Ra’d: 35)
Sama halnya dengan yang disebutkan di dalam firman-Nya:
{لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ}
“Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga, penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung”. (Al-Hasyr: 20). (lihat Tafsir Ibnu Katsir hlm. 465-466).
FAEDAH-FAEDAH AYAT
■ Allah Ta’ala menyediakan syurga yang berisi kenikmatan tiada tara bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa.
■ Kenikmatan di dunia tidak ada apa-apa nya dibandingkan kenikmatan di syurga.
■ Seseorang yang menginginkan syurga di akherat, maka dia harus taat kepada Allah Ta’ala dan RasulNya,  dengan menjalankan syariat Islam ini dengan ikhlas dan benar.
■ Seseorang yang tidak mau taat kepada Allah Ta’ala dan RasulNya, maka mustahil mendapatkan syurga.
■ Syurga itu harganya mahal, tidak bisa dibeli dengan uang, namun diusahakan dengan bersungguh-sungguh beramal shalih, mengekang hawa nafsu dan sabar, dengan sebab itu Allah Ta’ala akan memberikan kepadanya syurga.
■ Sungguh rugi orang yang tidak mau masuk syurga, karena dia suka bermaksiat kepada Allah Ta’ala.
■ Syurga itu dikelilingi dengan perkara yang tidak mengenakkan, misalnya, wajib shalat, menjalankan puasa menahan lapar, wajib zakat, dll.
■ Sebaliknya neraka dikelilingi perkara-perkara yang mengenakkan sesuai hawa nafsu, seperti tidak shalat, tidak puasa, berzina, mencuri, dll.
■ Oleh karena itu, lawan hawa nafsumu agar kita taat dan patuh kepada syariat Allah Ta’ala, sehingga menjadi orang yang akan dimasukkan syurga Allah Ta’ala.
Wallaahu a’lam.
****
Ditulis oleh:
Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.I. hafizhahullah
(Dewan Pembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *