Kemungkaran-kemungkaran Di Hari Raya

Alhamdulilah, hari raya Iedul Fithri sebentar lagi, hati kaum muslimin merasa senang dan bahagia, karena itu adalah salah satu hari raya terbesar kaum muslimin. Meskipun di relung hati ada kesedihan yang mendalam, karena telah meninggalkan bulan Ramadhan tahun ini. Adakah kesempatan lagi bulan Ramadan tahun depan?

Di semarak hari raya, wajah-wajah umat Islam mulai nampak bersinar dan gembira, namun di balik itu, ada beberapa kemungkaran atau kemaksiatan yang dilakukan sebagian umat Islam pada hari Raya yang wajib dihindari, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Wanita-wanita keluar dari rumah berdandan, bertabarruj, membuka aurat. Hal ini merupakan kebiasaan wanita yang fasik, yang tidak bisa menjaga aurat di hadapan laki-laki yang bukan mahram, ini adalah perkara yang diharamkan Allah Ta’ala,
Allah Ta’ala berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ

Artinya : “Hendaklah mereka (wanita-wanita) tinggal di rumah-rumah mereka dan jangan bertabarruj ala jahiliyah dulu dan hendaklah mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat” [Al-Ahzab : 33].

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ، يَضْرِبُوْنَ بِهَا الـنَّاسَ. وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ، مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ، رُءُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ. لاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنْ كَانَ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا.

Artinya : “Dua golongan manusia termasuk penduduk neraka yang belum pernah aku melihatnya : …….. dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka bagaikan punuk-punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau suurga dapat tercium dari perjalanan sekian dan sekian” [Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim dalam “Shahihnya” 2128, 2856 dan 52, Ahmad 2/223 dan 236 dari Abu Hurairah].

2. Bersalaman antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram. Kemungkaran nyata ini dianggap sebagian orang awwam adalah perkara yang boleh, bahkan imej negatifpun disematkan bagi laki-laki atau wanita yang tidak mau bersalaman dengan lawan jenis. Padahal perbuatan ini adalah terlarang. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

َلأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ رَجُلٍ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ، خَيْرٌ لَهُ مَنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

Artinya : “Seseorang ditusukkan jarum besi pada kepalanya adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” [H.R. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih].

3. Rekreasi ke tempat hiburan yang ada perbuatan maksiat, seperti pergi ke tempat pentas band musik, perkumpulan minum minuman keras atau tempat para wanita mengumbar aurat. Ini jelas merupakan kemungkaran yang wajib untuk dihindari.

4. Pergi rekreasi bersama pacar atau jalan bareng laki-laki dan wanita yang bukan mahram. Ini banyak dilakukan oleh kawula muda yang bodoh terhadap ajaran Islam, karena pacaran merupakan kemungkaran, karena menjerumuskan ke jurang perzinaan. Nabi shallallahu alaihi wasallam saja melarang laki-laki masuk menemui wanita yang bukan mahram, dengan sabda beliau,

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: اَلْحَمْوُ الْمَوْتُ

Artinya : “Hati-hatilah kalian masuk untuk menemui para wanita”. Maka berkata salah seorang pria Anshar : “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang Al-Hamwu” Beliau berkata : “Al-Hamwu adalah maut” [Hadits Riwayat Bukhari 5232, Muslim 2172 dari ‘Uqbah bin Amir]

5. Mengkhususkan ziarah kubur pada setiap hari raya. Ini juga merupakan kesalahan sebagian orang, karena ziarah kubur itu tidak hanya disyariatkan pada waktu hari raya, namun setiap saat, yang bertujuan untuk mendokan orang yang meninggal dan mengingat kematian.

6. Mendengarkan musik atau pentas musik. Ini jelas merupakan kemungkaran yang wajib dijahui, karena musik itu terlarang, yang membuat hati terlena dan memancing syahwat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ ،

“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik”. H.R. Al-Bukhari secara muallaq dan disambungkan di dalam riwayat Abu Dawud.

7. Memeriahkan hari raya dengan petasan. Perbuatan ini sangat mengganggu masyarakat dengan suaranya yang mengagetkan, di samping ini adalah perbuatan boros dan mubadzdzir, Allah Ta’ala berfirman,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isra’: 26-27).

Demikian di antara kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan sebagian orang di hari raya, semoga Allah Ta’ala mengampuni kesalahan kita semua dan memberikan petunjukNya. Wallaahu a’lam.

*****

✍ Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.I
(Dewan Pembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *