Bertaubatlah Wahai Pendosa

Hidup di dunia adalah ujian dan cobaan, untuk menguji siapa saja yang beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Untuk menguji siapa yang amal ibadahnya paling baik.

Untuk menghadapi ujian ini diperlukan kesabaran yang luar biasa, karena syetan dan hawa nafsu senantisa membujuk manusia agar berbuat keji dan mungkar.

Betapa tidak, Allah Ta’ala menguji manusia dengan untuk taat kepadaNya dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjahui laranganNya. Padahal semua itu dibenci oleh hawa nafsu.

Sunnatullah, bahwa syurga itu dikelilingi oleh perkara-perkara yang dibenci, misalnya, shalat lima waktu, terutama shalat Subuh, waktunya tidur dan hawa dingin diperintahkan untuk shalat, demikian juga puasa dengan menahan lapar, haus dan syahwat. Dan ibadah-ibadah lainnya yang membutuhkan kesabaran.

Demikian sebaliknya, neraka dikelilingi oleh perkara-perkara yang disenangi hawa nafsu, misalnya, minuman-minuman keras, zina, mencuri, dll, semua disenangi hawa nafsu.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)

Namun ingatlah, bahwa setia amal manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akherat; amal kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan amal jelek akan dibalas dengan kejelekan pula.

Apalagi, semua amalan manusia akan diketahui dan dicatat oleh malaikat-malaikat pencatat amal yang dinamakan Al-Kiràmùn Al-Kàtibùn, sebagai bukti atas amal perbuatan manusia.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَٰفِظِينَ ﴿١٠﴾ كِرَامًا كَٰتِبِينَ ﴿١١﴾ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ﴿١٢

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), Yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Infithar, 82:10-12).

Dan Allah Ta’ala berfirman,

ٱقْرَأْ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ ٱلْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا ﴿١٤

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. (Q.S. Al-Isra’, 17:14).

Manusia tidak akan bisa ingkar lagi atas hisab pada hari kiamat, persidangan Allah Ta’ala yang agung dan adil, dengan dihadirkan saksi yang melihat dan mengetahui secara langsung amalan seseorang, mereka adalah pendengaran, penglihatan, kulit manusia, lidah-lidah, tangan-tangan dan kaki-kaki manusia, mereka akan berbicara sebagai saksi atas perbuatan manusia. aduhai, sungguh celaka orang yang zalim.

Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿٢٤

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nùr, 24:24).

Allah Ta’ala juga berfirman,

حَتَّىٰٓ إِذَا مَا جَآءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَٰرُهُمْ وَجُلُودُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿٢٠

“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Fushilat, 41:20).

Mereka kaget dan heran kenapa anggota badan mereka justru menjadi saksi untuk membinasakan mereka. Maka dijelaskan oleh Allah Ta’ala,

وَقَالُوا۟ لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدتُّمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوٓا۟ أَنطَقَنَا ٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَنطَقَ كُلَّ شَىْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ﴿٢١

“Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan”.” (Q.S. Fushilat, 41:21)

Maka sadarlah wahai manusia,

Segera bertaubat dan memperbaiki diri,

Segera istighfar sebelum ajal menjemputmu,

Selama pintu taubat masih terbuka, segera taatilah petunjuk agama, agar kita semua selamat dari siksa api neraka.
Wallaahu a’lam

******

✍ Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.I hafizhahullah
(Dewan Pembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *