Larangan Istighatsah Kepada Mayit

❗Kesyirikan merajalela di suatu negeri disebabkan kebodohan yang merata di masyarakat.

❗Mereka datang ke kuburan wali atau orang shalih untuk berdoa dan beristighatsah kepada mereka.

💬 Mereka menyeru, “Wahai wali fulan, wahai Syeikh Abdul Qadir Jailani!… anggitsnii…tolonglah aku!, … selamatkan aku!”.

💬 Sedangkan Syiah Rafidhah menyeru ,” Wahai Husain …” mereka berdoa kepadanya, berthowwaf di kuburan Al-Husain.

Na’udzubillah, ini merupakan kesyirikan yang nyata, yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Padahal, tidak ada seorangpun yang bisa mengangkat bala’ atau bahaya kecuali Allah Ta’ala.

📖Allah Ta’ala berfirman,

وَلا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ (106) وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (107) }

“Dan janganlah kamu berdo’a kepada apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim. Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia”. (Q.S. Yunus: 107).

Kenapa mereka tidak berdoa dan beristighatsah kepada Allah Ta’ala❓

 

📇 Ada sebuah cerita, di Arab Saudi ada seseorang yang sengsara, memiliki hutang yang banyak yang tidak mungkin bisa dibayar. Dia akhirnya berdoa, beristighatsah kepada Allah Ta’ala. Ketika itu bulan Ramadhan. Tanpa disangka- sangka, tiba tiba ada seseorang yang menelpon dia, dia ingin membayar hutangnya, setelah janjian di suatu tempat di Mekkah untuk bertemu, laki laki yang tak dikenal itu segera memberikan uang kepadanya sejumlah hutangnya, dia sangat gembira karena bisa melunasi hutang yang sangat banyak. (Diceritakan oleh Syeikh Abdurrahman dari Mekkah)

Subhànallah ❗

Siapa yang melunasi hutang itu❓

☑ Allah Ta’ala,

▶ Allah Ta’ala yang telah mengirim seorang laki-laki untuk memberikan uang sebagai pembayaran hutang.

Jadi, kenapa masih ada orang yang meminta harta di kuburan wali❓

Kenapa masih ada orang yang meminta anak di kuburan wali❓

Bukankah wali itu tidak bisa mendatangkan manfaat dan menolak madharat❓

Jangan,❗
Jangan lakukan,…

❌ Karena itu termasuk syirik besar yang membuat pelakunya kufur.

Wallaahu a’lam.

********

Ditulis Oleh:

Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.I.

(Dewan Pembina Bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *