Bahaya Futur Dan Penyimpangan

Alhamdulillah, kita sangat bersyukur dengan nikmat hidayah Islam dan iman. Hidayah adalah salah satu nikmat dari Allah Ta’ala yang sangat agung, yang melebihi nikmat makan dan minum.

Jika seorang mukmin tidak memiliki makan atau minum, maka dia akan kelaparan dan keadaan terakhir adalah meninggal dunia, sehingga selesai fase kehidupan di dunia, kemudian di kehidupan akherat, dia akan merasakan kebahagiaan karena dia seorang mukmin.

Adapun jika seseorang memiliki kecukupan harta namun tidak diberikan hidayah iman, maka dia tetap akan hidup di dunia, namun setelah meninggal dunia, dia akan merasakan kesengsaraan yang luar biasa melebihi seseorang yang meninggal dalam keadaan kelaparan.

Itulah mahal dan bernilainya hidayah Islam, apalagi jika seseorang diberikan hidayah sunnah, diberi kesempatan untuk memahami sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mengamalkannya, ini adalah nikmat di atas nikmat yang besar.

Maka nikmat Islam dan sunnah ini wajib dijaga agar kita tetap istiqamah di atas kebenaran, di atas manhaj salaf.

Fenomena futur dan penyimpangan dari manhaj yang haq begitu dahsyat terjadi di akhir jaman ini. Seseorang yang telah diberikan hidayah sunnah, bisa saja akan futur dan menyimpang dari jalan sunnah.

Seorang penuntut ilmu, bisa saja menyimpang dalam pemikirannya. Jika sebelumnya dia termasuk da’i yang menyerukan sunnah, namun sekarang berbalik menjadi da’i yang mendukung bid’ah dan penyimpangan. na’udzubillah.

Seseorang yang telah mengenyam belajar di pesantren bermanhaj salaf, bisa jadi setelah itu menyimpang dari jalan yang benar, yang sebelumnya dia menampakkan multazim dengan sunnah, tidak isbal, memelihara jenggot, namun sekarang mulai memakai celana isbal dan mencukur jenggot.

Seorang akhwat muslimah yang sebelumnya memakai jilbab besar dan cadar, namun sekarang berbalik menjadi seorang berpenampilan awwam, memakai jilbab kecil dan memakai celana panjang, bahkan ada yang sampai melepas jilbabnya. Allahul Musta’an.

Memang di jaman fitnah ini semua bisa terjadi, dan yang lebih dahsyat lagi apa yang telah dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa akan terjadi pada seseorang mukmin yang mudah menjadi kafir,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا ».

Artinya: Dari Abu Hurairah: Sesungguhnya Rasulullah shallallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Bersegeralah untuk beramal, karena akan muncul fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita, sehingga seorang laki-laki di pagi hari dalam keadaan mukmin namun sore harinya menjadi kafir, atau sorenya ia mukmin, namun paginya menjadi kafir, ia menjual agamanya untuk mendapatkan kesenangan dunia.” (H.R. Muslim dan lainnya).

Kita semua tidak boleh merasa aman dari futur dan penyimpangan, apalagi di jaman fitnah sekarang ini, harus ekstra waspada dan hati-hati dari futur dan penyimpangan.

Dahulu para sahabat juga mengalami kekawatiran dari penyimpangan dan kemunafikan.

💬 Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata:

أَدْرَكْتُ ثَلاَثِينَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم كُلُّهُمْ يَخَافُ النِّفَاقَ عَلَى نَفْسِهِ

“Aku telah mendapati 30 orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semua kawatir pada dirinya tertimpa kemunafikan”. (Al-Bukhari: 36).

Mereka para sahabat yang dalam ilmunya dan tinggi keimanannya masih kawatir terkena nifaq, maka kita lebih pantas untuk kawatir terkena nifaq.

Untuk bisa menghindari futur dan penyimpangan ini, maka sudah seharusnya diketahui penyebab futur dan penyimpangan, agar kita bisa menghindarinya.

KIAT MENGHINDARI FUTUR DAN PENYIMPANGAN

Untuk bisa menghindari futur dan penyimpangan ini, maka sudah seharusnya diketahui penyebab futur dan penyimpangan, agar kita bisa menghindarinya.

Di antara sebab-sebab futur dan penyimpangan adalah sebagai berikut ini:

1⃣ TIDAK IKHLAS

Tidak ikhlas dalam beribadah kepada Allah Ta’ala adalah salah satu penyebab futur dan penyimpangan.

Ibadah tanpa ikhlas justru akan membuat pelakunya semakin jauh dari Allah Ta’ala, karena dia telah berbuat syirik kecil, sehingga tatkala seseorang beribadah tanpa ikhlas maka akan melemahkan semangat ibadahnya.

Termasuk di dalamnya adalah tidak ikhlas menerima manhaj salaf ini, terpaksa, takut dicela orang, ikut-ikutan orang lain, sehingga tidak lapang dada dalam menerima kebenaran dan menjalankannya.

Maka pada suatu ketika, ia mudah untuk menyimpang dari jalan yang haq.

2⃣ LEMAHNYA ILMU SYAR’I

Kebodohan adalah penyakit yang membahayakan jiwa. Tatkala seseorang itu bodoh akan ilmu agama, maka peluang masuknya futur dan penyimpangan menjadi besar.

Ilmu agama itu bagaikan pupuk yang menyuburkan keimanan di hati seseorang. Maka orang yang berilmu maka dia lebih bisa terjaga dari penyimpangan dari pada orang yang bodoh.

Oleh karena itu, hendaknya kita bersemangat untuk menuntut ilmu, menghadiri majlis-majlis ilmu agar semakin kuat keimanan kepada Allah Ta’ala.

3⃣ Ketergantungan hati dengan DUNIA dan lupa dengan AKHERAT

Ini penyebab futur dan penyimpangan yang berat, yaitu kecintaan kepada dunia melebihi cinta denga akherat.

Berapa banyak orang yang tidak kuat ketika diuji dengan dunia, sehingga akhirnya dia menjual agamanya untuk mendapatkan harta, menjual agamanya untuk mendapatkan wanita, dll.

4⃣ HIDUP DI LINGKUNGAN RUSAK

Lingkungan sangat mempengaruhi agama dan pemikiran seseorang, jika seseorang berada di tempat yang rusak, jauh dari ajaran Islam, maka hal itu bisa menyebabkan futur dan menyimpang.

5⃣ Berteman dengan orang yang MENYIMPANG dan BERAKHKAK BURUK.

Teman sangat berpengaruh terhadap agama, pemikiran, akhlak dan ibadah seseorang.

Di dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

الرجل على دين خليله, فالينظر أحدكم من يخالل

Seseorang berada di atas agama temannya, maka hendaknya seseorang waspada siapa yang menjadi temannya”. H.R. At-Tirmidzi wa qala Hadits Hasan dan Abu Dawud.

6. TIDAK SABAR dalam menjalankan sunnah.

Ini salah satu sebab futur dan menyimpang. Diketahui bahwa menjalankan sunnah itu berat, apalagi dilingkungan yang awwam dan kolot, pasti akan mendapatkan gangguan dari orang-orang sekitar.
Maka seseorang harus komitmen dan bersabar dalam mengamalkan sunnah, dan tidak menghiraukan cacian dan hianaan orang.

7. Memperturutkan hawa nafsu dengan melakukan MAKSIYAT DAN DOSA

Perbuatan maksiyat, apalagi dosa besar sangat berpengaruh dengan keimanan seseorang.

Sebagaimana madzhab ahlussunnah bahwa dosa dapat melemahkan keimanan, kelemahan iman itu yang akan menyebabkan futur dan menyimpang dari jalan yang benar.

Apalagi di jaman fitnah sekarang ini, perbuatan maksiyat merajalela, pintu-pintu maksiyat terbuka, ditambah dengan majunya teknologi, fasilitas internet dan smartphone.

Alat-alat canggih ini jika tidak diwaspadai dan digunakan sebagaimana mestinya, akan menyeret pemiliknya kepada jalan kemaksiyatan yang banyak, yang kemudian akan menyebabkan seseorang menyimpang dari jalan yang benar. na’udzubillah.

Ini di antara sebab-sebab futur dan menyimpang yang harus dijahui.

Dan jangan lupa, selalu berdoa kepada Allah Ta’ala minta tambahan iman dan istiqamah dalam ketaatan kepadaNya.

Wallaahu a’lam
〰〰〰〰〰〰

✍ Ustadz Agus Santoso, B.A., M.P.I

(Dewan Pembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *