Hadits Palsu Seputar Bulan Dzulhijjah

Sungguh telah beredar tulisan di medsos tentang hadits keutamaan-keutamaan puasa di setiap hari awal bulan Dzulhijjah.

Bunyi terjemahan hadits tersebut adalah:

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallaallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
1. “Di hari pertama bulan Dzulhijjah Allah mengampuni (nabi) Adam, dan barangsiapa yang berpuasa pada hari tersebut Allah akan mengampuni seluruh dosanya”
2. “Di hari kedua Allah mengabulkan doa sayyidina Yusuf, dan barangsiapa yang berpuasa di hari itu pahalanya seperti beribadah kepada Allah setahun penuh dan tidak bermaksiat walau sekejap mata”
3. “Di hari ketiga… dst.

Namun hadits keutamaan-keutamaan itu dinilai palsu oleh Syeikh Dr. Abdullah Faqih hafizhahullah, karena itu bukanlah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Oleh karena itu dilarang keras untuk menyebarkan hadits palsu tersebut, agar tidak menanggung dosa dengan iku serta berdusta atas nama Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam.

Cukuplah yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijjah itu diambil dari hadits-hadits yang shahih.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّوَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ، يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ: “وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada hari dimana suatu amal shalih lebih di cintai Allah melebihi amal shalih yang dilakukan di hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah)”. Para sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?” Nabi ٍShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad) dan tidak ada satu pun yang kembali (ia mati syahid)”.HR al-Bukhari (no. 969), Abu Dawud (no. 2438), at-Tirmidzi (no. 757), dll.

Di dalam hadits di atas, ada anjuran untuk beramal shalih di hari-hari mulia di awal bulan Dzulhijjah, yang mencakup: Puasa, sedekah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, menuntut ilmu, berbuat baik, dll.

Maka, tanpa hadits palsupun, puasa di awal bulan Dzulhijjah yaitu tanggal 1-9 Dzulhijjah tetap disyariatkan, karena berpuasa termasuk amal shalih yang di anjurkan di hadits yang shahih di atas.

Sebagai peringatan dan nasehat bagi kaum muslimin untuk tidak bermudah-mudahan menshare tulisan tanpa tabayun dan memastikan keshahihan dan kebenaran isi tulisan itu, karena hal itu berakibat buruk bagi orang yang menshare dan yang membacanya.

Wallaahu a’lam

_______________________

✍ Ustadz Agus Santoso, B.A., M.P.I
( DewanPembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *