Ketika Musibah Datang

Hidup di dunia ini penuh aral rintangan, cobaan senantiasa datang silih berganti.

Inilah dunia, kalau tidak ada cobaan dan derita, bukan dunia namanya.

Berbeda tatkala hidup di syurga, ahli syurga akan senantiasa bahagia tanpa merasakan sengsara.

Namun, ketahuilah bahwa musibah yang datang itu dengan sebab diri manusia itu sendiri,

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. As-Syura: 30)

Secara tabiat, manusia tidak senang kalau ditimpa musibah.

Namun ingat, musibah yang datang itu diturunkan hanya sedikit saja, karena Allah Ta’ala memaafkan kesalahan hambaNya.

Kalau Allah Ta’ala berkehendak akan menimpakan adzab atas berbuatan dosa-dosa para hamba, akan tetapi Allah Ta’ala mengakhirkan dan memberi tangguh agar manusia bertaubat dan memperbaiki diri.

Seseorang yang diuji dengan musibah hendaknya bersabar dan mengharap pahala atas musibah itu.

Di sana sebagian orang banyak yang diuji dengan ujian yang lebih berat dari pada kita; ada yang bangkrut jadi miskin papa, ada yang lumpuh, ada yang buta tidak bisa melihat, ada yang cacat fisiknya, dll. Hal itu bisa membuat hati menjadi tabah, “ternyata bukan dia saja yang diuji, bahkan orang lain lebih berat ujiannya”.

Maka, janganlah putus asa atas musibah itu, tapi Ikhlaskanlah dan berharaplah pahala dari Allah Ta’ala.

Ingatlah, bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya.

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. [Ali Imran : 146]

Dan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipat gandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya:

وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. [An-Nahl : 96]

نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. [Az-Zumar : 10]

Bersabar… bersabar … jangan putus asa dari rahmat Allah Ta’ala, segera bangkit untuk menggapai pertolongan Allah Ta’ala. Wallahu a’lam

**********

✍ Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.I
( Dewan Pembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *