Mengenal Allah Ketika Lapang, Allah Akan Mengenal Ketika Sulit

Ketika anda sehat, segeralah bertaubat dan beramal shalih…

Ketika anda sempat, segeralah beribadah…

Ketika anda memiliki kelebihan harta, segeralah bersedekah…

Ketika anda kaya, segera keluarkan zakat mal dan orang-orang yang membutuhkan…

Ketika anda memiliki kekuasaan, segeralah bantu orang-orang yang lemah dan membutuhkan…

Karena…

Anda tidak akan tahu apa yang yg terjadi esok hari…

Tidak mungkin keadaan Anda akan lapang dan senang terus…

Adakalanya musibah dan ujian datang dengan tiba-tiba…

Maka…

Kenalilah Allah Ta’ala ketika keadaan lapang…

Kenalilah Allah dengan menjalankan ketaatan kepadaNya…

Kenalilah Allah Ta’ala dengan mengoptimalkan ibadah dan amal shalih…

Maka, pasti Allah Ta’ala akan menolongmu ketika anda berada dalam kesusahan dan kesempitan…

Janganlah menjadi orang yang lupa kepada Allah Ta’ala tatkala senang, tatkala kaya…

Karena Allah Ta’ala juga akan lupa ketika dia dalam keadaan sempit dan susah…

Janganlah menjadi orang yang mengenal Allah Ta’ala ketika sempit, ketika kesusahan..

وقال – صلى الله عليه وسلم -: ((تعرَّف إلى الله في الرخاء يَعْرِفْك في الشدة)) [رواه أبو هريرة (صحيح) انظر حديث رقم: 2961 في صحيح الجامع]؛

 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Kenalilah Allah ketika dalam keadaan lapang, maka Allah akan mengenalimu ketika kamu dalam keadaan sempit”. [ Riwayat Abu Hurairah (shahih), Lihat hadits no. 2961 di Shahìh Al-Jàmi’].

أي: تحبَّب وتقرَّب إليه بطاعته والشكر على سابغِ نعمته والصبر تحت مُرِّ أَقْضِيَتِه وصدقِ الالتجاء الخالص قبل نزول بليته

Maksudnya:

Cintalah dan taqarrublah kepadaNya dengan melaksanakan ketaatan kepadaNya dan bersyukur atas nikmat yang sempurna dan bersabar atas pahitnya ketetapanNya, dan berlindung kepadaNya secara murni sebelum terjadi musibah.

في الرخاء؛ أي: في الدَّعَة والأمن والنعمة، وسعة العمر، وصحَّة البدن، فالزم الطاعات، والإنفاق في القربات حتى تكون متصفًا عنده بذلك، معروفًا به

“Ketika lapang”, yaitu: ketika lapang, aman, nikmat, kelapangan umur dan badan sehat. Maka, semangatlah melakukan ketaatan, dan mencurahkan infak dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, sehingga kebaikan-kebaikan itu sudah menjadi sifatnya dan kebiasaannya.

((يَعْرِفْك في الشدة: بتفريجِها عنك، وجعله لك من كلِّ ضيق مخرجًا، ومن كلِّ همٍّ فرجًا بما سلف من ذلك التعرف، كما وقع للثلاثة الذين آوَوْا إلى الغار، فإذا تعرَّفت إليه في الرخاء والاختيار جازاك عليه عند الشدائد والاضطرار بمدد توفيقه وخَفِيِّ لُطْفِه

(Allah akan mengenalimu ketika kamu kesusahan): yaitu Allah akan melepaskanmu dari musibah, dan memberikan jalan keluar bagimu di setiap kesempitan, dan menjadikan setiap kesedihanmu dengan jalan keluar karena sebab pengenalanmu kepada Allah Ta’ala pada masa lalu. Sebagaimana hal itu terjadi pada tiga orang yang terjebak di dalam gua (yang kemudian Allah Ta’ala selamatkan mereka), maka apabila anda mengenal Allah Ta’ala ketika lapang dan pilihan, maka Allah Ta’ala akan membalasmu ketika terkena musibah dan keterpaksaan dengan pertolongan taufiqNya dan memberikan kasihsayangNya.

🌏 رابط الموضوع: http://www.alukah.net/sharia/0/38600/#ixzz4t1DibMur

*****************

✍ Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.I
( DewanPembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *