Ambisi Dunia Akan Membuat Perpecahan

:روى الحافظ ابن عساكر – رحمه الله – في تاريخه

:أن أحمد بن عمار الأسدي قال 

خرجنا مع أحد المعلمين الصالحين في جنازة ومعه جماعة من أصحابه فرأى في طريقه كلاباً مجتمعة بعضها يلعب مع بعض ويتمَّرغ عليه ويلحسه فالتفت إلى أصحابه فقال

.انظروا إلى هذه الكلاب ما أحسن أخلاق بعضها مع بعض ،

قال ثم عدنا من الجنازة 
وقد طُرحت جيفة وتلك الكلاب مجتمعة عليها ، وهي تهارش بعضها البعض ، ويخطف هذا من هذا ، ويعوي عليه ، وهي تتقاتل على الجيفة . فالتفت المعلم إلى أصحابه فقال لهم 

هل رأيتم يا أصحابي متى لم تكن الدنيا بينكم فأنتم إخوان ، ومتى ما وقعت الدنيا بينكم تهارشتم عليها تهارش الكلاب على الجيفة

📚 مختصر تاريخ دمشق لابن عساكر 1/378.

✍ Al-Hafizh Ibnu ‘Asàkir rahimahullah meriwayatkan di dalam kitab Tarikhnya,

Sesungguhnya Ahmad bin ‘Amàr Al-Asadì berkata:

Kami keluar bersama salah satu dari guru yang shalih untuk mengikuti jenazah (ke Kuburan-pent. ) dan bersamanya beberapa orang dari kawan-kawannya. Maka dia melihat di jalan ada sekawanan anjing-anjing yang berkumpul, sebagian anjing saling bermain-main, saling menjulurkan air liur dan saling menjilati anjing lainnya, maka dia (guru) menoleh kepada kawan-kawannya lalu berkata,
Lihatlah kepada anjing-anjing ini, alangkah bagusnya akhlak anjing-anjing itu kepada yang lain,

Dia (Ahmad) berkata, kemudian kami pulang dari mengantar jenazah,

Dan telah dilemparkan kepada anjing-anjing tadi sebuah bangkai, anjing-anjing itu mengerumuni bangkai itu, mereka saling berkelahi dan saling cakar-cakaran satu dengan yang lainnya, anjing-anjing itu saling menyalak dan memperebutkan bangkai itu. Maka guru itu menoleh kepada para sahabatnya dan berkata kepada mereka:

☞ Apakah kalian mengetahui wahai sahabat-sahabatku, ketika tidak ada di antara kalian (ambisi) dunia, maka kalian akan menjadi saudara, dan ketika muncul di antara kalian (ambisi) dunia, maka kalian akan saling berkelahi seperti perkelahian anjing-anjing tadi dalam memperebutkan bangkai.

📚 Mukhtashar Tàrìkh Dimasyqa Lì Ibni ‘Asàkir 1/378.

 

📜 MUHASABAH:

☛ SUBHÀNALLÀH… Sungguh pelajaran yang sangat berharga dari perilaku kawanan anjing itu.

Bagi para Ustadz para, Ikhwah yang mau merintis lembaga pendidikan atau pesantren, hendaknya meniatkan ikhlas karena Allah Ta’ala, bukan karena ingin dunia, harta atau popularitas, agar tetap bersatu, tidak berpecahbelah atau saling menjatuhkan. Niatkanlah pendirian lembaga pendidikan untuk dakwah ilallah dengan saling kerjasama dan bantu membantu serta menghormati sesama pengurus. Wallaahu a’lam.

 

🌿🌿🌿🍃📚📚🍃🌿🌿🌿

✍ Oleh: Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.I
( Dewan Pembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *