Haram Meminta Kebutuhan Kepada Dukun

Fenomena sebagian orang yang percaya kepada dukun adalah perkara yang berbahaya

Sebagian orang, ketika ada keluarga yang sakit pergi ke dukun,

Ketika seret usahanya, pergi ke dukun,

Ketika sulit jodohnya, pergi ke dukun, dll.

Apalagi, di awal tahun, terkadang seseorang minta ramalan dukun tentang keadaan nasibnya di tahun depan. Astaghfirullah..

Sebagian orang menganggap bahwa pergi ke dukun adalah perkara yang diperbolehkan, mereka tidak tahu bahwa pergi ke dukun sangat berbahaya bagi agama mereka dan terancam rusaknya Aqidah mereka.

Mereka bodoh dengan ajaran Islam,  dan rela menukar agamanya dengan dunia.

Di antara keburukan dari dukun yang merupakan perbuatan kekafiran adalah:

☄1. Dukun mengaku bisa mengetahui perkara ghaib. Padahal perkara yang ghaib hanya Allah Ta’ala yang mengetahuinya.

☄2. Dukun mempelajari dan mengamalkan sihir, seperti, santet,  pelet, dll. Ini juga merupakan perkara kekufuran dan membahayakan orang lain.

Secara rinci, hukum mendatangi kuburan adalah sebagai berikut sebagaimana dikatakan oleh Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah :

الكاهـن هـو الـذي يخـبر عـن المغـيبات فـي المـستقبل وإذا أتـاه الإنسـان فـله ثـلاث حـالات :

⓵ الحالة الأولـى : أن يأتيـه يـسأله ولا يصـدقه فهـذا ثبـت فـي صـحيح مسـلم أنـه لا تـقبل لـه صـلاة أربعـين يـوماً .

⓶ الحالـة الثانيـة : أن يأتيـه يسـأله ويصـدقه فهـذا كافـر لقـوله  : « مـن أتـى كاهـناً فصـدقه بمـا يقـول فـقد كـفر بمـا أنـزل عـلى محـمد » ووجـه كفـره أن تصـديقه إيـاه يتضـمن تكـذيب قـول الله جـلا وعـلا : { قـل لا يعـلم مـن فـي السـموات والأرض الغـيب إلا الله }.

⓷ الحالـة الثالـثة : أن يسـأل الكاهـن ليكـذبه ، وإنـما يسألـه اخـتباراً فهـذا لا بـأس بـه ، …

فـإذا سألـه ليفضـحه ويكـشف كـذبه وحـاله للنـاس ، فـإن ذلـك لا بـأس بـه ، بـل قـد يكـون محـموداً مطلـوباً لمـا فـي ذلـك مـن إبطـال الباطـل.【شـرح ريـاض الصالحـين (4/84)】

Dukun adalah orang yang mengabarkan perkara ghaib di masa yang akan datang. Apabila seseorang mendatangi dukun, maka ada tiga keadaan:

1. Keadaan pertama: ia mendatangi dukun untuk bertanya namun ia tidak mempercayainya,  maka keadaan ini telah ada di dalam Shahih Muslim bahwa hukumnya tidak diterima shalatnya empat puluh hari.

2. Keadaan kedua: ia bertanya kepada dukun dan mempercayainya,  maka hukumnya ia kafir, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,  Barang siapa yang mendatangi dukun dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sungguh dia telah kafir kepada syariat yang diturunkan kepada Muhammad.

Sisi kekafirannya, pembenarannya kepada dukun mengandung pendustaan terhadap firman Allah Ta’ala: Katakanlah, tidak ada yang mengetahui perkara ghaib yang di langit-langit dan di bumi kecuali Allah.

3. Keadaan ketiga: ia bertanya kepada dukun dengan tujuan untuk mendustakannya,  ia menguji (mendebat) dukun dengan pertanyaanya, maka ini tidak mengapa.

Apabila seseorang bertanya kepada dukun dalam rangka menjelaskan keburukannya, kedustaanya dan keadaannya di hadapan manusia, maka ini tidak mengapa, bahkan terkadang bisa terpuji dan dianjurkan, karena hal itu wujud dari membatalkan suatu kebatilan. (Syarh Riyadhush Shalihin, 4/84).

❗Jadi, hati-hati lah dari mempercayai dukun atau para normal. Wallaahu a’lam

*************

✍ Oleh: Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.I
( Dewan Pembina bimbingansyariah.com)

Post Author: Agus Santoso, Lc., M.P.I.

Mahasiswa Doktoral Hukum Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *